Page

Senin, 02 Oktober 2017

Rangkuman "Tema 3 - Intisari Ajaran Al-Qur’an Tentang Sains Dan Teknologi"

Intisari  Ajaran Al-Qur’an Tentang Sains Dan Teknologi

            Allah SWT menciptakan alam ini berdasarkan hukum-hukum yang jelas dan pasti. Menjadi sebuah kewajiban bagi hamba-hambaNya untuk mempelajari dan memahaminya. Namun dalam proses pembelajaran itu, kita tetap berjalan pada koridor yang benar tanpa melakukan kerusakan terhadap objeknya yang dalam hal ini tentu saja alam itu sendiri.
            Selain itu perlu kita pahami bahwa sebagai intelektual muslim harus memiliki sikap berdasarkan Al-Qur’an yang di antaranya yaitu : Kritis, yang artinya tidak serta merta menerima atau tidak ambil pusing terhadap apa yang kita peroleh dan selalu memiliki kemauan keras untuk menggali kepahaman lebih tentangnya; Kebenaran bersumber dari mana saja, yang artinya bahwa dapat kita yakini sumber dari kebenaran itu sendiri dapat datang dari manapun dan harus terbuka terhadapnya; Gunakan nalar semaksimal mungkin, yang artinya dengan adanya nazhar ini kita memiliki pemaham kokoh terhadap bukti bukti yang Allah berikan.

            Adapula alasan mengapa perlu kita geluti IPTEK, poin poinnya adalah : pertama, iptek yang awalnya bersumber dari pemikiran ilmuwan muslim diakuisisi barat tanpa memaparkan sumber aslinya; kedua, barat berupaya menutup adanya perkembangan ilmu pengetahuan di negara-negara islam; ketiga, barat menyamarkan pentingnya ilmu pengetahuan dengan menyuapi isu-isu klasik yang membuat kita menjadi sibuk sendiri beradu pendapat.

            Allah di dalam wahyunya juga menerangkan keistimewaan ilmu di antaranya :  (1) Mereka yang berilmu akan memiliki nilai tauhid yang benar, (2) di atasnya orang berilmu terdapat Allah yang Maha Tahu, (3) bertanyalah kepada ahli ilmu ketika tidak tahu, (4) Jangan menuruti hal yang tidak kita ketahui ilmunya, (5) ilmu tentang ruh yang sedikit, (6) memohonlah kepada Allah agar ilmu kita bertambah, (7) tidak akan sampai ke akhirat bagi mereka yang menolak ajaran agama, (8) orang orang berilmulah yang mengerti, (9) yang bisa merasakan ketakutan kepada Allah hanya orang yang berilmu, (10) orang berilmu memiliki derajat yang berbeda di mata Allah SWT.

Idris, M., 2017, Islam Interdisipliner, LPSI UAD, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar