Intisari Ajaran Al-Qur’an Tentang Sains Dan Teknologi
Allah SWT menciptakan alam ini berdasarkan
hukum-hukum yang jelas dan pasti. Menjadi sebuah kewajiban bagi hamba-hambaNya
untuk mempelajari dan memahaminya. Namun dalam proses pembelajaran itu, kita
tetap berjalan pada koridor yang benar tanpa melakukan kerusakan terhadap
objeknya yang dalam hal ini tentu saja alam itu sendiri.
Selain itu perlu kita pahami
bahwa sebagai intelektual muslim harus memiliki sikap berdasarkan Al-Qur’an
yang di antaranya yaitu : Kritis,
yang artinya tidak serta merta menerima atau tidak ambil pusing terhadap apa
yang kita peroleh dan selalu memiliki kemauan keras untuk menggali kepahaman
lebih tentangnya; Kebenaran bersumber
dari mana saja, yang artinya bahwa dapat kita yakini sumber dari kebenaran
itu sendiri dapat datang dari manapun dan harus terbuka terhadapnya; Gunakan nalar semaksimal mungkin, yang
artinya dengan adanya nazhar ini kita
memiliki pemaham kokoh terhadap bukti bukti yang Allah berikan.
Adapula alasan mengapa
perlu kita geluti IPTEK, poin poinnya adalah : pertama, iptek yang awalnya bersumber dari pemikiran ilmuwan muslim
diakuisisi barat tanpa memaparkan sumber aslinya; kedua, barat berupaya menutup adanya perkembangan ilmu pengetahuan
di negara-negara islam; ketiga, barat
menyamarkan pentingnya ilmu pengetahuan dengan menyuapi isu-isu klasik yang
membuat kita menjadi sibuk sendiri beradu pendapat.
Allah di dalam wahyunya juga
menerangkan keistimewaan ilmu di antaranya :
(1) Mereka yang berilmu akan memiliki nilai tauhid yang benar, (2) di
atasnya orang berilmu terdapat Allah yang Maha Tahu, (3) bertanyalah kepada
ahli ilmu ketika tidak tahu, (4) Jangan menuruti hal yang tidak kita ketahui
ilmunya, (5) ilmu tentang ruh yang sedikit, (6) memohonlah kepada Allah agar
ilmu kita bertambah, (7) tidak akan sampai ke akhirat bagi mereka yang menolak
ajaran agama, (8) orang orang berilmulah yang mengerti, (9) yang bisa merasakan
ketakutan kepada Allah hanya orang yang berilmu, (10) orang berilmu memiliki
derajat yang berbeda di mata Allah SWT.
Idris, M., 2017, Islam
Interdisipliner, LPSI UAD, Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar