Imam ibnu hajar berkata : "kami meriwayatkan dalam kitab mahamiliyat, dengan sanad yang hasan(bagus), dari Jubeir bin Nufair, katanya : dahulu para sahabat Rasulullah SAW jika mereka berjumpa pada hari raya satu sama lain berkata "taqabbalallahu minna wa minka" "
Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk -yakni kebenaran-, maka baginya adalah pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka itu." (Riwayat Muslim)
Sabtu, 24 Juni 2017
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H
Senin, 12 Juni 2017
Rabu, 25 Januari 2012
6 Sifat Sahabat
Allah SWT meletakkan kejayaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam yang sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman, Ibadah, Muamalah, Muasyarat dan Ahlaq. Pada saat ini umat islam tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para sahabat RA telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat yang meliputi, 1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah” 2. Sholat khusyu’ dan khudlu’ 3. Ilmu ma’adzikir 4. Ikromul Muslimin 5. Tashihun niat 6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah. Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam al qur’an dan al hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Kamis, 05 Januari 2012
Cinta Sang Ikhwan
Hal dalam hidup ini yang membuat kita bisa lebih krasan dan enggan untuk melepas kehidupan dunia antara lain nikmat yang Allah berikan dalam bentuk ‘cinta’ dan ‘nikah’, hal yang bila kita kaji dan kita bahas tidak pernah ada habisnya. Perbincangan yang bertopik seperti ini lebih banyak menarik “audience”, dan tidak pandang usia tua, muda, kaya, miskin, susah , dan senang semuaya pasti pernah bicara cinta.
Begitu juga halnya akan terjadi pada sosok seseorang laki-laki yang dikenal aktif dalam bentuk perjuangan dakwah, “ikhwan”, begitu kita sering menyapa mereka. Keaktifan mereka dalam kehidupan memperjuangkan islam, ikut dalam forum forum diskusi islam, mengaji tiada henti, sampai pada aksi di lapangan membantu para umat yang sedang kesusahan, ya begitu lah mereka yang pada dasarnya HambaAllah yang seyogyanya memiliki cinta layaknya manusia biasa. Punya rasa, punya hati, punya cinta sebagai fitrah yang Allah berikan untuk ditata menjadi indah mempesona.
Begitu juga halnya akan terjadi pada sosok seseorang laki-laki yang dikenal aktif dalam bentuk perjuangan dakwah, “ikhwan”, begitu kita sering menyapa mereka. Keaktifan mereka dalam kehidupan memperjuangkan islam, ikut dalam forum forum diskusi islam, mengaji tiada henti, sampai pada aksi di lapangan membantu para umat yang sedang kesusahan, ya begitu lah mereka yang pada dasarnya HambaAllah yang seyogyanya memiliki cinta layaknya manusia biasa. Punya rasa, punya hati, punya cinta sebagai fitrah yang Allah berikan untuk ditata menjadi indah mempesona.
Kamis, 22 Desember 2011
Teriring Waktu,Berganti Tahun,Moment Berbenah Diri
Seiring berjalannya waktu, kehidupan
didunia ini sungguh tak terasa bilamana pola pikir kita sebagai hambaAllah
untuk selalu memikirkan bagaimana kehidupan di akhirat nanti. Dengan kata lain,
kita hidup didunia ini hanya sementara layaknya seseorang yang menikmati
kesegaran seteguk air yang melewati tenggorokan yang setelah itu sudah tidak
terasa lagi kesegarannya. Bulan Desember, bulan dimana akhir dari satu tahun
perputaran tahun masehi yang sudah mendekati titik akhir tanggal menuju tahun
selanjutnya yaitu tahun 2012.
Bunyi bunyian terompet kebanggaan yang
begitu menyenangkan hati yang diiringi keceriaan dari mereka yang
membunyikannya sudah mulai terdengar. Para pencari nafkah yang memanfaatkan
kondisi akhir tahun ini untuk bisa mencari sedikit segenggam nasi dengan menjual
pernak pernik atau instrument-instrument hingga kembang api yang menyeruap
meriah di langit langit malam hari hingga terhitungnya hitungan waktu 00.00 untuk
memeriahkan akhir tahun.
Lalu yang ada dalam benak pribadi kita,
sebenarnya darimana asal mula budaya memeriahkan pergantian tahun itu. Apakah
dalam ajaran islam pergantian tahun adalah sesuatu yang begitu perlu
diperhatikan?, atau hanya sebagai skala perhitungan dalam kehidupan keseharian
kita?, Seperti apakah seharusnya umat islam menyikapi pergantian tahun?
Langganan:
Postingan (Atom)


